oleh

Rampas Mobil Nasabah, Debt Collector dan TAF Diperkarakan

KEPAHIANG | HARIANMEDIATOR.COMPerkumpulan Lembaga Perlindungan Konsumen Mitra Sejahtera (PLPK MS) akan segera melaporkan Toyota Auto Finance (TAF) kepada Polda Bengkulu dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu terkait perampasan mobil kredit milik nasabah perusahaan pembiayaan kendaraan bermotor tersebut.

Demikian ditegaskan Ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) PLPK MS Kabupaten Kepahiang, Fran Naimi, menyikapi pengaduan perampasan satu unit mobil Toyota Agya milik Mega Wati (alm), warga Kabupaten Rejang Lebong oleh debt collector diduga suruhan TAF.

Perampasan itu, terang Naimi, dilakukan saat mobil dikendarai Vini —keponakan Mega Wati— di Muaro Bungo, Provinsi Jambi, Juli lalu.

“Debt collector bayaran TAF melakukan perampasan di jalan. Saya sudah komfirmasi ke pihak TAF, menanyakan masalah asuransi berjalan, karena biasanya setiap nasabah bank atau perusahaan pembiayaan ada asuransinya. Seorang nasabah yang meninggal dunia, hutang-piutang itu dianggap lunas, kok ini tidak?” bebernya didampingi Nova, pengurus PLPK MS Kepahiang, Rabu (21/8) pagi.

Alih-alih mendapat jawaban memuaskan, lanjut Naimi, pihaknya malah memperoleh informasi melalui salah satu karyawan TAF, Edo, bahwa mobil hasil tindak pidana perampasan terencana dan terstruktur tersebut telah dimasukkan dalam daftar lelang TAF.

Padahal, telisik Naimi, menurut Undang Undang Nomor 8 tahun 1999 tentag Perlindungan Konsumen, tindakan demikian tidak dibenarkan. Perjanjian kredit pembiayaan juga telah diatur dalam UU 42/1999 tentang Jaminan Fidusia dan UU 21/2011 tentang OJK.

“Saya sudah berkoordinasi dengan pihak Polda Bengkulu, dan perkara ini akan segera saya laporkan. Kami akan gugat sampai izin usaha TAF di Bengkulu dicabut,” pungkasnya.

Di beberapa daerah, ulah nekad debt collector merampas kendaraan dengan menakut-nakuti atau mengelabui nasabah cukup sering terjadi, tidak jarang berakhir tragis bagi kedua belah pihak. Padahal, aparat penegak hukum sudah sering menghimbau para pialang bisnis pembiayaan menaati regulasi perkreditan berlaku.

Terkait perampasan mobil milik Mega Wati, hingga berita ini dipublish, TAF Bengkulu dan pihak berkompeten lainnya dalam upaya dikonfirmasi.[roy]

top